Dunia Internasional Tak Hormati Suara Negara Muslim, Prabowo: Sangat Menyedihkan

Dunia Internasional Tak Hormati Suara Negara Muslim, Prabowo: Sangat Menyedihkan

Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap dunia internasional yang dinilai kurang menghormati suara negara-negara Muslim dalam berbagai forum global. pgatoto login Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara konferensi yang membahas peran negara-negara Muslim dalam hubungan internasional serta tantangan yang mereka hadapi dalam memperoleh pengakuan dan penghargaan setara di panggung dunia.

Menurut Prabowo, sangat menyedihkan melihat bagaimana suara dan kepentingan negara-negara Muslim kerap diabaikan atau dipandang sebelah mata dalam diskusi dan pengambilan keputusan internasional. Hal ini mencerminkan ketimpangan dalam sistem diplomasi global yang lebih menguntungkan negara-negara besar dengan kekuatan ekonomi dan militer kuat, sementara negara-negara Muslim yang sebagian besar berpenduduk besar dan memiliki potensi strategis, seringkali tidak diberikan ruang yang sepadan.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan suara dan hak-hak negara Muslim lainnya di berbagai forum internasional, termasuk di ASEAN, PBB, dan organisasi-organisasi regional serta global lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya solidaritas antarnegara Muslim untuk saling mendukung dan memperkuat posisi mereka agar dapat berperan lebih aktif dalam menentukan arah kebijakan dunia.

Pernyataan ini muncul di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, di mana isu-isu yang berkaitan dengan negara-negara Muslim seperti konflik di Timur Tengah, penindasan minoritas, hingga ketegangan diplomatik, seringkali menjadi fokus perhatian global namun tidak selalu diikuti dengan tindakan konkret yang menghormati aspirasi dan kedaulatan negara-negara tersebut. Prabowo mengajak komunitas internasional untuk lebih menghargai peran dan kontribusi negara-negara Muslim dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Selain itu, Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia harus lebih proaktif dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara Muslim lainnya dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pertahanan, hingga pendidikan dan teknologi. Dengan saling mendukung, negara-negara Muslim dapat meningkatkan daya tawar mereka dan membangun citra yang positif di mata dunia.

Dalam konteks ASEAN, peran Indonesia sebagai pemimpin dan mediator sangat strategis. Prabowo menyebut bahwa Indonesia harus memanfaatkan posisi ini untuk mengadvokasi isu-isu penting yang berkaitan dengan negara-negara Muslim di kawasan dan secara global. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi kekuatan yang membawa pengaruh positif bagi perdamaian dan kemajuan bersama.

Pernyataan Prabowo ini mendapat berbagai tanggapan dari kalangan politik dan masyarakat internasional. Sebagian mengapresiasi keberanian dan keterbukaan Prabowo dalam menyuarakan keprihatinan yang selama ini jarang mendapat sorotan di tingkat global. Namun, ada juga yang mengingatkan bahwa upaya konkret dan diplomasi yang efektif akan menjadi kunci utama dalam merubah persepsi dan meningkatkan penghormatan dunia internasional terhadap negara-negara Muslim.

Secara keseluruhan, kritik Prabowo ini membuka ruang diskusi lebih luas mengenai peran dan posisi negara-negara Muslim dalam tatanan dunia yang kini semakin dinamis dan penuh tantangan. Kesadaran dan tindakan bersama sangat dibutuhkan agar suara dan kepentingan negara-negara Muslim dapat lebih didengar dan dihargai dalam percaturan global. Indonesia, melalui kepemimpinan dan diplomasi yang cerdas, memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perubahan positif tersebut.

Prabowo Gelar Ratas Bahas Cuaca Ekstrem dan Program Sekolah Rakyat

Prabowo Gelar Ratas Bahas Cuaca Ekstrem dan Program Sekolah Rakyat

Presiden terpilih Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama tim transisi untuk membahas dua isu utama yang tengah menjadi perhatian nasional: ancaman cuaca ekstrem dan peluncuran program Sekolah Rakyat. Rapat ini merupakan  bagian dari upaya awal Prabowo dalam mempersiapkan masa transisi menuju pelantikan resmi sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.

Fokus pada Ancaman Cuaca Ekstrem

Isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap Indonesia menjadi salah satu topik utama yang disorot dalam ratas tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah wilayah Indonesia mengalami anomali cuaca ekstrem, mulai dari hujan deras disertai angin kencang hingga potensi kekeringan parah di beberapa daerah pertanian strategis. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu ketahanan pangan nasional dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Prabowo menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam merespons kondisi cuaca ekstrem. Ia meminta agar lembaga terkait, seperti BMKG, BNPB, Kementerian Pertanian, serta TNI dan Polri, saling berkoordinasi dalam menyiapkan langkah mitigasi dan penanganan cepat terhadap dampak bencana.

“Cuaca ekstrem bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga soal kesejahteraan rakyat. Kita harus siap dan sigap,” ujar Prabowo dalam rapat.

Inisiasi Program Sekolah Rakyat

Selain isu iklim, Prabowo juga memperkenalkan rencana peluncuran program pendidikan bertajuk “Sekolah Rakyat”. Program ini bertujuan menyediakan akses pendidikan berkualitas secara gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan informal dengan pendekatan pembelajaran berbasis karakter, nasionalisme, dan keterampilan praktis. Kurikulumnya akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan difasilitasi oleh tenaga pengajar terlatih, termasuk dari unsur TNI.

Menurut Prabowo, program ini merupakan bentuk konkret dari visi “Indonesia Emas 2045” yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Ia percaya bahwa pendidikan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

“Anak-anak dari desa harus punya peluang yang sama dengan anak-anak dari kota besar. Sekolah Rakyat akan menjadi jembatan itu,” tegasnya.

Konsolidasi Menuju Pemerintahan Baru

Rapat terbatas ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi kebijakan awal yang dilakukan Prabowo bersama tim transisi. Ia berkomitmen untuk bekerja secara inklusif, mengakomodasi masukan dari berbagai pihak, dan memastikan bahwa program-program unggulan pemerintahannya menyentuh kebutuhan mendesak rakyat.

Sejumlah pengamat menilai langkah Prabowo ini sebagai sinyal kuat bahwa ia serius membangun pondasi pemerintahan yang responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan domestik. Dari isu lingkungan hingga pendidikan, Prabowo menunjukkan bahwa ia tidak menunggu dilantik secara resmi untuk mulai bekerja.

Respons Publik Positif

Respons publik terhadap rapat terbatas ini cukup positif, terutama dari kalangan akademisi, pengamat kebijakan, dan masyarakat sipil. Banyak yang menilai bahwa fokus pada cuaca ekstrem dan pendidikan adalah langkah strategis mengingat urgensi kedua isu tersebut dalam konteks Indonesia saat ini.

Langkah cepat Prabowo juga dinilai memperlihatkan gaya kepemimpinan yang tegas namun pro-rakyat, sebagaimana yang sering digaungkannya selama masa kampanye.


Dengan perhatian awal terhadap isu-isu krusial seperti cuaca ekstrem dan pendidikan akar rumput, Prabowo Subianto memberi sinyal bahwa pemerintahannya akan mengedepankan kebijakan solutif dan berpihak pada rakyat kecil. Rapat terbatas ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi dari kerja nyata yang diharapkan membawa perubahan positif bagi Indonesia ke depan.